NADIKABAR.COM — Sebuah pesawat nirawak (drone) menghantam perusahaan industri di dekat Moskow, Rusia. Perusahaan tersebut mengalami kerusakan.

Dilansir AFP, Minggu (1/11/2026), Gubernur wilayah Nizhny Novgorod, Gleb Nikitin, melaporkan adanya "serangan pesawat nirawak besar-besaran" pada malam hari. Serangan itu menyebabkan sebuah "perusahaan industri di distrik Kstovo mengalami kerusakan yang signifikan".

Namun pihak Ukraina mengklaim mereka telah menyerang sebuah kilang minyak besar. Sementara itu Rusia menyebut sebanyak 100 pesawat nirawak telah dihancurkan.

"Lebih dari 100 pesawat nirawak telah dihancurkan," dan "menurut informasi awal, tidak ada korban jiwa," tambahnya dalam sebuah pernyataan, tanpa merinci jenis kegiatan di fasilitas tersebut.

Sementara itu Media Ukraina melaporkan adanya serangan terhadap kilang minyak Kstovo. Kilang tersebut merupakan salah satu kilang minyak terbesar di Rusia, yang memproduksi bahan bakar dan pelumas.

Moskow sebelumnya menyatakan bahwa Ukraina telah kembali melancarkan serangan terhadap kilang-kilang minyak Rusia setelah sempat "jeda" selama beberapa hari.

Pejabat senior Rusia, Alexander Novak, mengatakan kepada seorang reporter dari televisi pemerintah bahwa Ukraina telah melanjutkan serangan terhadap fasilitas-fasilitas Rusia, dengan menghantam tiga kilang minyak dan satu kompleks gas-kimia.

Kyiv telah berulang kali menyerang lokasi minyak dan gas Rusia sebagai balasan atas serangan Rusia terhadap infrastruktur energi Ukraina, sejak Moskow memulai ofensifnya di negara tersebut pada Februari 2022.

Presiden AS Donald Trump selama berminggu-minggu telah mendesak Kyiv untuk menghentikan serangan semacam itu, dengan menyalahkan tindakan tersebut sebagai penyebab naiknya harga bahan bakar diesel.