"Kerajaan tidak akan membiarkan ancaman apa pun terhadap keamanannya atau kebebasan navigasi maritim di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab," demikian pernyataan kabinet yang disiarkan televisi pemerintah Arab Saudi.
Serangan Houthi turut mengganggu penerbangan di Arab Saudi. Menurut data Cirium yang dikutip AP, lebih dari 3.120 penerbangan sejak 8 Oktober dibatalkan atau tidak beroperasi, setara dengan sekitar 41 persen dari seluruh keberangkatan terjadwal.
Serangan terhadap Bandara Internasional Riyadh pada Sabtu (10/10) menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang, menurut laporan Reuters dan AP. Sementara itu, puing-puing dua rudal Houthi yang berhasil dicegat jatuh di kawasan permukiman Riyadh, melukai empat orang dan merusak 15 rumah.
Konflik juga mengancam jalur pelayaran energi. Sedikitnya tiga kapal dilaporkan diserang proyektil di sekitar Selat Hormuz pada Minggu (11/10), meski belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab.
Di Yaman, pertempuran di sekitar kota Taiz menewaskan enam orang dan melukai 18 lainnya, menurut Kementerian Dalam Negeri Yaman. PBB menyebut konflik memicu pengungsian dan kekurangan kebutuhan pokok, sementara harga pangan dilaporkan naik sekitar 50 persen.
Arab Saudi telah meminta dukungan militer lebih besar dari Amerika Serikat. Namun, Washington sejauh ini membatasi dukungannya pada pertukaran intelijen, identifikasi sasaran, dan perencanaan operasi militer.