NADIKABAR.COM — Serangan Israel menewaskan empat orang di Gaza. Serangan ini terjadi beberapa hari setelah peringatan deklarasi gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat.
Dilansir AFP, Kamis (15/10/2026), dua pemuda tewas ketika pasukan Israel menghantam sebuah kendaraan di dekat Khan Yunis di Jalur Gaza bagian selatan, menurut juru bicara pertahanan sipil Mahmoud Bassal dan pihak Rumah Sakit Nasser.
Dua orang lainnya, termasuk seorang wanita, tewas ketika pesawat Israel menghantam sebuah gedung apartemen di Kota Gaza, menurut Bassal dan Rumah Sakit Al-Shifa.
Militer Israel tidak segera memberikan rincian mengenai serangan-serangan tersebut. Sebelumnya pada hari Rabu, militer Israel menyatakan telah menewaskan lebih dari 100 "teroris" selama empat bulan terakhir dalam sebuah operasi di wilayah utara Jalur Gaza.
Militer Israel juga menyatakan telah menghancurkan terowongan sepanjang sekitar delapan kilometer (lima mil) yang digunakan oleh kelompok militan.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang menghadapi pertarungan pemilihan ulang yang sengit bulan ini, telah bersumpah untuk tidak mengendurkan serangan terhadap Hamas meskipun ada gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025-yang membuat Hamas membebaskan sisa sandera yang masih hidup.
Hamas menyerbu masuk ke wilayah Israel pada 7 Oktober 2023, hari paling mematikan dalam sejarah negara tersebut. Serangan itu menewaskan 1.221 orang, menurut penghitungan AFP berdasarkan data resmi Israel, sementara kelompok militan juga membawa paksa 251 sandera ke Gaza, di mana 44 di antaranya telah meninggal dunia.
Serangan besar-besaran Israel di Gaza sejak saat itu telah menewaskan lebih dari 74.300 orang, menurut kementerian kesehatan wilayah tersebut yang beroperasi di bawah kendali Hamas, dan yang datanya secara umum dianggap dapat dipercaya oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).