Saat diperiksa, perut pasien tampak membuncit dan mengalami nyeri tekan. Hasil laboratorium menunjukkan kadar sel darah putih yang melonjak tinggi sebagai respons peradangan infeksi.

Pemeriksaan pemindaian CT scan mengungkap adanya objek padat yang menyumbat usus halusnya. Kondisi penyumbatan ini sangat berbahaya dan mengancam jiwa karena berisiko memicu kematian jaringan usus (strangulation) akibat terputusnya aliran darah. Tim bedah pun memutuskan untuk segera melakukan operasi laparotomi.

Saat melakukan pembedahan, dokter berhasil mengeluarkan gumpalan materi tanaman tak tercerna (phytobezoar) berukuran sekitar 5,5 sentimeter yang menyumbat usus pasien.

Namun, di tengah proses ekstraksi, tim dokter dibuat terperanjat. Dari balik gumpalan serat tumbuhan tersebut, seekor hewan kecil melompat keluar dan merayap di atas kain steril operasi.