Toni pun mengungkapkan dengan nada suara yang bergetar bahwa anaknya dianiaya oleh seniornya di asrama hanya karena salah membeli makanan. Sang ayah yang merupakan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Kabupaten Madiun itu menjelaskan kronologi kejadiannya.

Serda Ahmad diduga dianiaya usai membelikan makanan untuk seniornya tapi tidak sesuai dengan permintaan. Puteranya itu disebut diminta membeli mi kuah, tetapi yang dibawa justru mi goreng. Hal itu membuat murka seniornya saat di asrama.

"Dari informasi yang saya dapat anak saya disuruh membeli makanan yang tidak sesuai permintaan senior. Mintanya mi kuah namun diberikan mi goreng," tutur Toni, dengan mata sembab usai menangisi kepergian anaknya.

Sebelumnya, saat ditemui NadiKabar di rumah duka pada Kamis (10/9) malam, Toni menceritakan bahwa dirinya baru mendapatkan informasi bahwa puteranya meninggal dari temannya pada Kamis dini hari pukul 03.00 WIB.