NADIKABAR.COM — Dugaan kasus penganiayaan hingga tewas yang menimpa prajurit TNI AU, Serda Ahmad Muzammul Farisa menyisakan duka mendalam bagi pihak keluarga. Orang tua almarhum meminta ketegasan hukum dan sanksi terberat bagi para pelaku yang diduga kuat merupakan empat senior korban.
Kepada NadiKabar, ayah almarhum, Toni Eko Prasetyo menyampaikan permohonan khusus kepada Presiden Prabowo Subianto hingga Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) agar kasus tewasnya sang anak diusut secara tuntas dan adil.
"Mohon kepada pak Presiden (Prabowo), pak KSAU, juga Kadis Psikologi yang jadi induk kantor anak saya. Mohon dengan hormat agar pelaku penganiayaan anak saya dituntut seadil-adilnya," kata Toni kepada NadiKabar di rumah duka Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Magetan, Jumat dini hari (11/9/2026).
Toni menegaskan bahwa dugaan aksi perpeloncoan atau penganiayaan oleh senior seharusnya tidak boleh terjadi, terlebih di lingkungan Mabes TNI AU. Dengan mata sembap menahan tangis, ia berharap pucuk pimpinan TNI bergerak tegas agar kejadian serupa tak lagi memakan korban jiwa prajurit muda.
"Kami terus terang menuntut keadilan. Apalagi kejadian di Mabes TNI AU, jadi istilahnya jadi percontohan nasional," ujar Toni dengan mata sembap menahan tangis.