2. Takut memeriksa saldo rekening dan tagihan
Sebagian orang memilih tidak membuka aplikasi perbankan, menghindari pesan penagihan, atau menunda memeriksa tagihan karena takut melihat jumlah uang yang tersisa. Kebiasaan menghindari persoalan keuangan ini justru dapat membuat masalah semakin sulit diselesaikan.
3. Merasa bersalah setiap kali mengeluarkan uang
Membeli kebutuhan pribadi, makan bersama teman, atau menikmati hiburan sederhana bisa menimbulkan rasa bersalah yang berlebihan. Bahkan ketika pengeluaran masih sesuai anggaran, seseorang tetap merasa telah melakukan kesalahan atau khawatir akan kekurangan uang setelahnya.
4. Sulit tidur karena memikirkan uang
Kekhawatiran tentang cicilan, biaya hidup, atau kebutuhan keluarga dapat terbawa hingga waktu tidur. Tekanan finansial yang berlangsung lama juga berkaitan dengan masalah tidur, kelelahan, dan kesulitan berkonsentrasi.
5. Menghindari pembicaraan tentang keuangan
Seseorang mungkin merasa malu atau takut ketika harus membicarakan gaji, utang, pengeluaran rumah tangga, atau kondisi keuangannya dengan pasangan dan keluarga. Akibatnya, persoalan yang seharusnya bisa dibicarakan bersama justru dipendam sendiri.
6. Mengalami perubahan emosi saat membahas uang
Memikirkan pengeluaran atau menerima tagihan dapat memicu rasa gelisah, mudah marah, sedih, atau panik. Pada sebagian orang, kecemasan juga dapat disertai keluhan fisik, seperti jantung berdebar dan tubuh terasa tegang.
Tanda-tanda tersebut tidak selalu berarti seseorang mengalami financial anxiety. Kesulitan keuangan memang dapat memicu kekhawatiran yang wajar. Hal yang perlu diperhatikan adalah seberapa sering perasaan itu muncul, seberapa sulit mengendalikannya, dan sejauh mana dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.
Kecemasan finansial dapat dipengaruhi oleh berbagai keadaan. Pendapatan yang tidak sebanding dengan biaya hidup, utang yang menumpuk, ketidakpastian pekerjaan, serta tanggungan keluarga merupakan sejumlah faktor yang dapat memicu tekanan.
Selain kondisi ekonomi, pengalaman masa lalu juga dapat memengaruhi cara seseorang memandang uang. Orang yang pernah mengalami kesulitan ekonomi mungkin menjadi lebih takut kehilangan tabungan atau mengalami kekurangan pada masa mendatang.