Khamenei belum kembali tampil di hadapan publik sejak mengalami luka dalam serangan udara gabungan AS-Israel enam bulan lalu, yang memicu perang di Iran. Serangan tersebut turut menewaskan ayahnya sekaligus pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei.

Seruan mengenai pentingnya persatuan itu sejalan dengan pesan yang sebelumnya ia sampaikan kepada rakyat Iran pada Jumat (28/8). Saat itu, ia menyatakan telah melarang berbagai tindakan yang berpotensi merusak kohesi sosial. Khamenei juga meminta para pejabat menghindari "pernyataan yang mengecewakan" karena dinilai dapat melemahkan moral nasional dan masyarakat.

Secara khusus, Khamenei mempertanyakan kepada para pemimpin Arab di kawasan Teluk apakah "para penjahat tanpa identitas" masih akan berani mengincar wilayah dan harta mereka apabila pemerintah dan masyarakat negara-negara Teluk telah "bersatu di bawah bendera Islam."