NADIKABAR.COM — Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih bersama Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) mendorong pelestarian kain tenun Gringsing di Desa Adat Tenganan Pegringsingan, Kabupaten Karangasem, Bali.

Dukungan itu disampaikan saat Ketua Umum Seruni Kabinet Merah Putih sekaligus Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian bersama Pembina Seruni Kabinet Merah Putih sekaligus Ketua Umum Dekranas Selvi Gibran Rakabuming mengunjungi desa adat tersebut pada Jumat (23/10).

Dalam kunjungan itu, Seruni dan Dekranas menyerahkan bantuan 500 unit kacamata bagi warga lanjut usia (lansia), khususnya para penenun kain Gringsing.

Sebelum menerima bantuan, para lansia menjalani pemeriksaan mata untuk mengetahui tingkat minus sehingga kacamata yang diberikan sesuai dengan kebutuhan penglihatan masing-masing.

Dalam sambutannya, Tri Tito Karnavian mengaku terkesan dengan kekayaan adat dan budaya yang dimiliki Desa Tenganan Pegringsingan. Ia menilai keunikan desa adat tersebut merupakan warisan budaya yang perlu dijaga keberlangsungannya.

"Ini memang suatu desa adat yang harus kita pertahankan adat istiadatnya karena merupakan warisan budaya yang luar biasa," ujar Tri dikutip Minggu (25/10).

Ia juga menyampaikan apresiasi atas sambutan masyarakat setempat dan berharap kunjungan tersebut dapat mendorong dukungan bagi pengembangan potensi desa, termasuk dalam bidang kebudayaan dan ekonomi.

Sementara itu, Selvi Gibran Rakabuming menyampaikan kesan positifnya terhadap kehidupan masyarakat Desa Adat Tenganan Pegringsingan. Ini terutama tradisi menenun kain Gringsing yang menjadi ciri khas desa tersebut.

"Saya secara pribadi baru pertama kali datang mengunjungi Desa Adat Tenganan Pegringsingan ini dan sangat terkesan sekali terutama dengan kehidupan di desa adat ini dan juga kain tenunnya yang cukup terkenal adalah namanya kain Gringsing," ujar Selvi.

Selvi menekankan pentingnya regenerasi penenun agar keterampilan tradisional tersebut dapat terus diwariskan kepada generasi muda.Menurutnya, pelestarian budaya perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kain Gringsing tetap menjadi identitas sekaligus kebanggaan masyarakat setempat.

"Kalau yang sepuh-sepuh yang sudah tua-tua sudah pensiun tidak menenun lagi, harapannya ada regenerasi dari yang muda-muda mungkin nanti kalau untuk pembinaan kami dari Dekranas siap untuk membantu," ungkapnya.

Selain mendukung pelestarian budaya, Selvi berharap bantuan kacamata yang diberikan dapat bermanfaat bagi para lansia di desa tersebut.

"Ini sudah ada bantuan 500 kacamata, semoga bantuan itu bermanfaat untuk Bapak-Ibu semuanya," jelasnya.