Mahmud menyebut adanya PG Madukismo dulu untuk mempekerjakan para tenaga kerja pabrik gula yang sudah dibumihanguskan itu. Seiring berjalannya waktu, Madukismo menjadi terbuka bagi masyarakat.

"Tahun 1997 dibuka. Jadi, Madukismo terbuka untuk umum untuk dikunjungi," ujarnya.

Lama kelamaan kehadiran PG Madukismo juga menarik perhatian masyarakat yang penasaran dengan proses produksi gula. Akhirnya Madukismo membuat agrowisata.

"Nah, agrowisata itu untuk memperlihatkan anak-anak atau orang berkunjung di kami atau di perusahaan kami bagaimana proses pengolahan tebu menjadi kristal gula," ucapnya.

Untuk mendaftar paket agrowisata ini, pengunjung hanya perlu melakukan reservasi manual ke Madukismo. Setelah mendapatkan jadwal, pengunjung bisa datang di hari yang telah ditentukan.

"Jadi nanti naik lori ke pabrik, terus sampai pabrik lihat-lihat produksi gula dan spiritus," katanya.