"Gonzales ini salah satu contoh. Pak Seskab selama ini juga memberikan perhatian langsung kepada anak-anak Sekolah Rakyat lainnya. Ketika ada kebutuhan yang bisa dibantu, beliau ikut mencarikan jalan keluarnya, jadi bukan hanya datang dan bertemu, tetapi ada tindak lanjut," ujar Gus Ipul.
Saat ini, Gonzales tengah mengikuti pembelajaran kesetaraan sekaligus menjalani proses rehabilitasi di Sentra Handayani Kementerian Sosial. Proses tersebut menjadi bagian penting untuk persiapan sebelum Gonzales nantinya mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.
Gus Ipul menjelaskan setiap anak akan terlebih dahulu menjalani asesmen sebelum mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat. Hal itu untuk melihat kondisi dan kebutuhan masing-masing anak, termasuk kebutuhan rehabilitasi serta pendampingan psikologis.
"Anak-anak ini datang dengan latar belakang dan kondisi yang berbeda. Ada yang bisa langsung mengikuti pendidikan, ada yang perlu direhabilitasi dan didampingi lebih dulu, termasuk dari sisi psikologis. Setelah siap, baru kita arahkan masuk Sekolah Rakyat," ujarnya.
Gus Ipul menegaskan, Sekolah Rakyat bukan sekadar menyediakan ruang kelas, tetapi memastikan setiap anak siap secara fisik, psikologis, sosial, dan akademik untuk menjalani pendidikan.