Terungkapnya larangan AI di sekolah-sekolah negeri LA bersamaan dengan kabar pelarangan resmi penggunaan alat AI generatif oleh Pemerintah Kota New York. Dalam kebijakan ini, NYC akan melarang pengunaan AI generative tools yang berinteraksi langsung dengan siswa, seperti chatbot dan tutor yang merespons perintah atau prompt.

Adapun larangan AI generatif di NYC berlaku bagi anak PAUD sampai siswa kelas 8. Siswa kelas menengah dapat menggunakan AI alat AI generatif secara terbatas.

Dijelaskan dalam laman resmi Pemerintah NYC, siswa SMA juga mempelajari modul berpikir kritis dalam pemanfaatan AI dua kali setahun. Sementara itu, pembatasan screen time sesuai usia juga diterapkan.

"Anak-anak membutuhkan guru dan hubungan antarmanusia agar dapat belajar dan berkembang. Mereka perlu mengembangkan keterampilan bersama teman sebaya, membangun hubungan dengan pendidik, dan bergulat dengan masalah-masalah sulit sendiri," kata Wali Kota NYC, Zohran Mamdani.

Ia menambahkan, pihaknya akan mempelajari lebih lanjut dampak AI generatif bagi siswa sebelum larangan ini diubah atau dicabut.

"Industri teknologi ingin kita percaya bahwa pendidikan usia dini yang didukung AI tak sekadar tidak terhindarkan, tetapi juga dibutuhkan. Kami tidak melihatnya seperti itu. Itulah mengapa kami menerapkan moratorium pada AI generatif untuk siswa kelas 2-K hingga kelas 8 dan menghabiskan tahun depan untuk mempelajari dampak teknologi ini," tegasnya.