NADIKABAR.COM — Jinan, China (ANTARA/Xinhua-AsiaNet) - Acara “Dialog dengan BRICS - Konferensi Perdagangan Internasional dan Investasi Shandong” dimulai pada Selasa di Jinan, ibu kota Provinsi Shandong di China timur, dengan menarik lebih dari 100 delegasi bisnis dari 30 negara dan wilayah, termasuk anggota BRICS dan negara-negara mitra, untuk bertemu secara langsung dengan lebih dari 200 perusahaan lokal.
Kini memasuki edisi ketiga, acara ini telah menjadi agenda rutin dalam kalender bisnis Shandong. Sesi penjajakan kerja sama tahun ini—lebih dari 500 pertemuan satu lawan satu—berfokus pada produk pertanian, industri hijau dan rendah karbon, permesinan, bahan kimia kelas atas, dan ekonomi digital.
Para delegasi menjajaki kerja sama di berbagai sektor. Ahmed Mustafa Fahmy Hafez, kepala Misi Liga Negara-Negara Arab di Beijing, mengatakan bahwa negara-negara Arab sedang mengupayakan diversifikasi dan melihat potensi besar bersama Shandong dalam empat bidang, yaitu transisi energi hijau, keamanan pertanian dan pangan, infrastruktur dan ekonomi digital, serta perdagangan dan inovasi keuangan. Nahom Berhanu Wendaferew, Minister Counselor di Kedutaan Besar Ethiopia di China, memaparkan potensi investasi negaranya di bidang pengolahan hasil pertanian, farmasi, tekstil, serta teknologi informasi dan komunikasi.