Disesuaikan dengan kebutuhan pasar ASEAN, ketiga solusi ini menjawab sejumlah tantangan utama dalam transisi energi regional, mulai dari menurunkan emisi karbon pembangkit listrik termal yang sudah beroperasi, meningkatkan integrasi energi terbarukan dan stabilitas jaringan listrik di wilayah kepulauan, hingga menyediakan bahan bakar rendah karbon untuk sektor pelayaran dan penerbangan.

Solusi High-Efficiency Power & Decarbonization membantu pasar seperti Indonesia untuk menurunkan intensitas karbon di sektor ketenagalistrikan melalui peningkatan kinerja unit pembangkit listrik, transisi bahan bakar, dan optimalisasi sistem. Turbin uap modular untuk sistem combined-cycle kelas H dan F mampu memenuhi kebutuhan listrik sekaligus pemanasan dengan efisiensi yang lebih tinggi dan biaya operasional yang lebih rendah. Turbin gas heavy-duty dapat beroperasi dengan campuran hidrogen hingga 30%, sementara solusi retrofit untuk pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar batu bara meningkatkan efisiensi termal dan menekan konsumsi batu bara sehingga emisi karbon menurun.

Solusi Grid Modernization & Resilience Upgrade mengatasi tantangan jaringan listrik di wilayah kepulauan dalam mengintegrasikan energi terbarukan, mengatur frekuensi, dan menjaga stabilitas tegangan. Solusi ini memadukan synchronous condenser, flywheel, sistem penyimpanan energi multiteknologi, serta power pod yang menyatukan pembangkit listrik tenaga surya dan penyimpanan energi. Synchronous condenser dan flywheel memberikan respons frekuensi yang cepat dan dukungan inersia. Sistem penyimpanan multiteknologi memenuhi kebutuhan penyimpanan energi, mulai dari jangka pendek hingga jangka panjang, sedangkan power pod menyediakan pasokan listrik darurat yang bersih dan bersifat plug-and-play untuk wilayah terpencil serta beban listrik kritis.

Mengacu pada proyek Jilin Taonan, solusi terintegrasi Power-to-X mencakup rangkaian proses mulai dari pembangkit listrik tenaga bayu dan surya, produksi hidrogen hijau dan gasifikasi biomassa hingga sintesis metanol hijau. Proyek tersebut telah menyelesaikan bunkering 8.000 ton metanol hijau, menjadi rekor bunkering tunggal secara global. Tahap II yang diluncurkan pada 20 Agustus 2026 menargetkan produksi tahunan 200.000 ton metanol hijau dan 10.000 ton bahan bakar penerbangan berkelanjutan. Shanghai Electric kini memperluas penerapan solusi tersebut ke sektor pelayaran dan penerbangan di ASEAN guna mendukung ketersediaan bahan bakar rendah karbon, serta mendorong dekarbonisasi kedua sektor tersebut.