NADIKABAR.COM — Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Gorontalo menduga tiga ton sianida asal Filipina yang digagalkan masuk melalui perairan Gorontalo Utara ditujukan untuk memasok aktivitas pertambangan emas ilegal di wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah.

Komandan Lanal Gorontalo Letkol Marinir Andi Arif Mangkubumi mengatakan dugaan tersebut berdasarkan pola penyelundupan sianida yang sebelumnya ditemukan di wilayah Gorontalo serta karakteristik penggunaannya dalam aktivitas pertambangan emas ilegal.

"Dugaan sementara sianida ini akan ditujukan ke tambang ilegal atau peti di wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah," kata Andi dalam konferensi pers di Gorontalo, Selasa.

Ia mengatakan berdasarkan pola penyelundupan sebelumnya di Gorontalo, sianida dengan merek yang sama diketahui hampir seluruhnya digunakan untuk aktivitas tambang emas ilegal.