Adapun, ia menyebutkan sertifikasi yang ia miliki dan cantumkan pada saat pendaftaran yaitu sertifikasi PLC (Programmable Logic Controller), elektroakustik hidrolik hingga kontrol otomasi. Selain dokumen wajib dan pendukung, sang guru juga mempersiapkan kebutuhan sehari-hari selama ia tinggal di Jerman seperti pakaian, maknan, dan sebagainya.
Total, 50 guru akan berangkat ke Jerman dan melaksanakan magang setelah melalui proses seleksi selama kurang lebih dua bulan. Sebanyak 16 guru akan magang di FESTO untuk guru bidang keahlian mekatronika/elektronika industri/otomasi industri/teknik tenaga listrik dan 34 guru lainnya akan melaksanakan magang di Dresden University of Technology untuk guru bidang keahlian konstruksi manufaktur.
Program magang guru SMK di Jerman ini akan dimulai pada 3 September 2026 dan dijadwalkan untuk selesai pada 20 November 2026. Mekanisme pelaksanaan magang ini, mencakup pembekalan dan persiapan sebelum keberangkatan, pembelajaran/pelatihan, praktik dan observasi pada mitra, kegiatan pemagangan atau imersi, serta refleksi dan penyusunan rencana penerapan hasil magang setelah peserta kembali ke Indonesia.
Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) juga berkolaborasi dengan Direktorat SMK Kemendikdasmen untuk memberi bantuan biaya hidup bagi guru SMK yang akan magang di Jerman. Setiap bulannya, LPDP mengalokasikan sejumlah 1,400 euro atau sekitar Rp 28 juta untuk masing-masing peserta magang. Bantuan dana ini dimaksudkan untuk membayar akomodasi, transportasi, hingga biaya hidup sehari-hari seperti makan.
*) Penulis adalah peserta MagangHub Kemnaker di NadiKabar.com.