Arya menambahkan bahwa selain lewat penampilan fisik, esensi dari film "Empat Musim Pertiwi" itu sendiri sebenarnya sudah menjadi alat promosi kebudayaan yang kuat. Ia berharap penayangan film tersebut di luar negeri dapat memberikan gambaran yang kaya mengenai Indonesia kepada penonton global.
"Sebenarnya dengan 'Empat Musim Pertiwi', Insyaallah mudah-mudahan diputar di sana pun itu sudah salah satu cara mempromosikan Indonesia," lanjutnya.
Mengenai detail konsep pakaian atau jenis wastra nusantara lain yang akan dibawa, para pemain mengaku masih dalam tahap diskusi lebih lanjut agar representasi budaya Indonesia bisa tampil maksimal dan memukau di ajang penghargaan film paling bergengsi tersebut.