Intervensi itu mengubah konflik yang semula berpusat pada perebutan kekuasaan di Yaman menjadi perang dengan keterlibatan sejumlah negara. Houthi kemudian melancarkan serangan lintas perbatasan menggunakan rudal dan drone ke wilayah Arab Saudi, termasuk fasilitas minyak, bandara, dan sasaran strategis lainnya.

Perang tersebut menimbulkan dampak kemanusiaan yang berat. Banyak warga sipil tewas atau terluka, sementara jutaan penduduk Yaman menghadapi pengungsian dan kesulitan memperoleh makanan, layanan kesehatan, serta kebutuhan dasar.

Mengapa Houthi menyerang Arab Saudi?

Serangan Houthi terhadap Arab Saudi tidak dapat dilepaskan dari sejarah perang Yaman dan perkembangan militer terbaru. Setidaknya, ada beberapa faktor yang membantu menjelaskan alasan kelompok tersebut kembali melancarkan serangan.

1. Membalas serangan militer Arab Saudi di Yaman

Houthi menyatakan bahwa serangan mereka merupakan respons terhadap operasi militer Arab Saudi dan koalisi pendukung pemerintah Yaman.

Dalam perkembangan Oktober 2026, Saudi kembali meningkatkan keterlibatan militernya setelah pasukan pemerintah Yaman melancarkan serangan untuk merebut wilayah yang dikuasai Houthi, termasuk kawasan strategis di pesisir Laut Merah.

Houthi menuduh Arab Saudi melakukan serangan udara terhadap wilayah yang mereka kuasai. Pada 13 Oktober, kelompok tersebut juga menuduh Saudi melancarkan serangan udara semalam di sejumlah lokasi di Yaman, termasuk Pulau Kamaran di Laut Merah, wilayah Qanawis dekat Hodeidah, dan Provinsi Jawf dekat perbatasan Saudi.

Tuduhan mengenai serangan terbaru itu belum dikonfirmasi secara independen, sementara pemerintah Arab Saudi belum memberikan tanggapan atas klaim tersebut dalam laporan yang tersedia.

2. Menekan Arab Saudi agar menghentikan operasi militernya

Serangan terhadap bandara dan fasilitas strategis merupakan cara Houthi memberikan tekanan langsung kepada Arab Saudi.

Dengan menyasar infrastruktur penting, kelompok tersebut berupaya meningkatkan biaya keamanan dan ekonomi yang harus ditanggung Riyadh jika konflik terus berlangsung.

Dalam beberapa hari terakhir, Houthi mengklaim menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh serta Bandara Internasional King Fahd di Dammam. Kelompok itu juga menyebut fasilitas perusahaan minyak Saudi Aramco sebagai sasaran serangan.

Houthi mengancam akan melanjutkan serangan jika Arab Saudi tidak menghentikan intervensi militernya di Yaman. Mereka juga memperingatkan maskapai penerbangan agar menghindari wilayah udara Saudi, dengan pengecualian yang mereka sebut untuk kawasan Makkah dan Madinah.

Ancaman tersebut meningkatkan risiko bagi penerbangan sipil dan memperlihatkan bagaimana konflik di Yaman dapat berdampak langsung terhadap negara-negara tetangganya.

3. Persaingan pengaruh antara Arab Saudi dan Iran

Faktor lain yang turut memperumit konflik adalah persaingan regional antara Arab Saudi dan Iran.