"Al-Qur'an Makkah, ditulis oleh Mohammed Taher Al-Kurdi, pengajar kaligrafi di Direktorat Jenderal Pendidikan Makkah, dicetak atas biaya Perusahaan Al-Qur'an Makkah pada masa pemerintahan Raja Abdulaziz."

Penerbitan mushaf ini menjadi tonggak sejarah yang sangat penting karena untuk pertama kalinya Arab Saudi mencetak Al-Qur'an secara mandiri. Ribuan hingga jutaan mushaf tersebut kemudian dibagikan secara gratis kepada jemaah haji dari berbagai belahan dunia yang datang ke Tanah Suci.

Langkah ini tak sekadar bentuk pelayanan keagamaan, melainkan juga bagian dari "diplomasi lunak" (soft diplomacy) Arab Saudi dalam membangun pengaruh positif di dunia Islam. Melalui penyebaran mushaf ini, Arab Saudi memperkuat posisinya sebagai pusat pelayanan Al-Qur'an dan pengayom dua kota suci (Makkah dan Madinah).

Mushaf karya Syekh Mohammed Taher Al-Kurdi ini kini dikenal sebagai King Abdulaziz Quran. Kehadirannya menjadi saksi bisu awal mula dedikasi Arab Saudi dalam mencetak Al-Qur'an, jauh sebelum dibentuknya Kompleks Percetakan Al-Qur'an Raja Fahd di Madinah.

Dokumen sejarah Yayasan Raja Abdulaziz menegaskan bahwa komitmen dan perhatian terhadap Al-Qur'an ini terus berlanjut secara berkesinambungan dari masa lalu, masa kini, hingga masa depan.