"Nanti ke-link langsung ke Bea Cukai Pusat. Jadi ke depan permainan seperti itu kita harapkan akan berkurang. Kalau bisa sih dihilangin semua. Itu kan orang Indonesia kan pintar sekarang akal-akalin. Jadi, kita akan pastikan itu nggak terjadi lagi," jelas Purbaya.

Purbaya mengaku lebih memilih fokus membenahi sistem pencegahan ke depan ketimbang melacak ke belakang. Namun, ia tak segan memecat apabila ada pegawai di DJBC yang terlibat dalam permainan tersebut.

Terkait pembiayaan teknologi ini, Purbaya menjelaskan perusahaan asing disebut menggunakan skema investasi di mana pembayaran dilakukan melalui pembagian persentase dari tambahan pendapatan (additional income) yang dihasilkan.