Dia memuji kedisiplinan dan kelengkapan operasional yang diterapkan SPPG Cadek. Termasuk kepatuhan pegawai dalam mengenakan masker dan menjaga higienitas pengolahan pangan.

"Tadi kita lihat semua pegawaimu bagus. Jadi nggak ada teguran buat kalian. Jadi saya bukan kok sok otoriter atau berkuasa atau sok marah-marah, nggak. Kami inti memastikan bahwa menyemangati yang kerjanya udah bagus," sambungnya.

Sudaryono menyatakan memang adanya pengetatan aturan kerja di dapur SPPG yang belakangan sempat dikeluhkan sejumlah pekerja di media sosial. Meski begitu, dia menegaskan BGN tidak akan berkompromi terkait keselamatan para penerima manfaat.

"Kami berusaha menempatkan kepentingan penerima manfaat itu menjadi yang paling utama. Konsumen, baik siswa maupun kelompok 3B (balita, ibu hamil, dan ibu menyusui), keamanan dan kesehatannya adalah nomor satu," ujarnya.

Dia menyebut, saat ini pengawasan operasional SPPG dilakukan secara berjenjang melalui presensi virtual Zoom dua kali sehari, yakni sore hari saat penerimaan bahan baku bersama kepala SPPG, akuntan, dan ahli gizi, serta dini hari pada masa pengolahan dapur sekitar pukul 02.00-03.00 WIB.