Ke depan, lanjut Sudaryono, BGN tengah menggodok cara untuk mengintegrasikan kamera pengawas (CCTV) di seluruh SPPG ke sistem pusat yang didukung kecerdasan buatan (AI).
"Kami sedang upayakan gambarnya dikirim ke pusat dan diberi AI untuk mendeteksi kepatuhan otomatis, apakah pakai masker, apakah sesuai SOP. Sedikit saja ada dapur bermasalah, persepsi publik seolah seluruh dapur demikian. Makanya semua dapur wajib taat," tuturnya.
Masih dalam kesempatan yang sama, Sudaryono mengatakan tujuan dari MBG adalah perbaikan gizi dan pertumbuhan yang baik. Namun, di sisi lain, dia mengklaim MBG terbukti mendongkrak kehadiran siswa di ruang kelas secara agregat nasional.
"Karena impact yang kita inginkan adalah perbaikan gizi, pertumbuhan yang baik, dilihat secara fisik, berat badan, tinggi badan, termasuk juga ada output termasuk kehadiran," ujar Sudaryono.
"Saya harus katakan bahwa kita tidak bisa melihat program MBG ini hanya sekilas dari Jakarta atau dari ibu kota, dari kota atau ibu kota, ibu kota provinsi atau ibu kota nasional kita di Jakarta. Tapi kita melihat secara agregat keseluruhan, ya, bahwa tingkat kehadiran ini juga naik," pungkasnya.