Dia mengatakan kekuatan stok tersebut menjadi fondasi penting bagi BULOG untuk menjaga kesinambungan pasokan sekaligus merespons kebutuhan beras medium maupun premium di pasar. Menurutnya, dengan ketersediaan tersebut, BULOG siap menjalankan penugasan pemerintah sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat dapat terus dipenuhi.
"BULOG tidak hanya berfokus pada besarnya stok, tetapi juga memastikan beras dapat bergerak dari hulu hingga hilir secara cepat dan tepat. Sinergi dengan produsen, penggilingan, pelaku usaha swasta, pedagang, serta jaringan distribusi terus diperkuat agar pasokan di pasar, retail modern hingga ke masyarakat tetap terjaga," kata Ahmad Rizal.
"Kekuatan stok harus diikuti dengan distribusi yang efektif sehingga beras dapat tersedia dalam pilihan medium maupun premium, berkualitas baik, serta dapat dijangkau masyarakat sesuai kebutuhannya," tambahnya.
Ke depan, Perum BULOG bersama pemerintah, Komisi IV DPR RI, Badan Pangan Nasional, Satgas Pangan Polri, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus memperkuat pengawasan serta koordinasi untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga beras hingga ke seluruh pelosok Indonesia.
"Kehadiran negara dalam tata kelola pangan akan terus diperkuat melalui berbagai instrumen yang menjaga keseimbangan dari hulu hingga hilir, memberikan kepastian penyerapan bagi petani, menjaga keberlangsungan usaha dan distribusi bagi pedagang, serta memastikan masyarakat memperoleh pangan yang cukup, berkualitas, dan terjangkau. Dengan stok yang kuat dan rantai pasok yang terus dijaga, BULOG berkomitmen menjadi penghubung kepentingan petani, pasar, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional," tutupnya.