Seiring permintaan semen nasional yang menunjukkan pemulihan, penjualan domestik SIG tumbuh 4,2 persen yoy menjadi 22,27 juta ton dari total volume penjualan yang mencapai 27,87 juta ton.
Penjualan segmen semen kantong domestik menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan 4,6 persen yoy, sementara segmen curah turut menyumbang dengan pertumbuhan 2,9 persen yoy.
"Kinerja penjualan yang bertumbuh menjadi penopang pendapatan SIG yang meningkat 9,3 persen yoy menjadi Rp27,67 triliun. Beban pokok pendapatan terkendali di angka 6,1 persen yoy seiring dengan peningkatan volume penjualan serta kenaikan biaya energi," katanya lagi.
Lebih lanjut, dia mengatakan beban keuangan bersih tercatat turun sebesar 37,0 persen yoy, sehingga memperkuat kinerja keuangan secara keseluruhan. EBITDA menguat 8,4 persen menjadi Rp3,56 triliun, dengan margin relatif stabil.
Ia menuturkan optimalisasi program efisiensi untuk pengendalian biaya maupun operasi telah memberikan kontribusi pada peningkatan profitabilitas. SIG membuktikan kinerja yang teruji di tengah situasi industri semen domestik yang menantang.
"Untuk menjaga profitabilitas tetap positif, ke depan SIG akan terus memaksimalkan peluang bisnis dan memperkuat upaya-upaya efisiensi,” katanya pula.
SIG melihat industri semen domestik masih memiliki prospek yang menjanjikan, terlihat dari perbaikan permintaan seiring meningkatnya aktivitas konstruksi.