Kata Masinton, sejak awal pemerintahan, upaya membangun komunikasi dan merangkul seluruh elemen disebut terus dilakukan. Perbedaan pandangan, kritik, dan pengawasan merupakan bagian dari demokrasi.
Untuk bantuan jaminan hidup (jadup), kata Masinton, bantuan telah disalurkan langsung kepada sekitar 10.752 KK atau sekitar 46.000 jiwa masyarakat korban bencana. Berdasarkan hasil komunikasi dengan Kementerian Sosial, Masinton menyebut penyaluran Jadup tahap berikutnya bakal direalisasikan September dengan jumlah 130.000 jiwa.
"Berdasarkan hasil komunikasi dengan Kementerian Sosial RI, pemerintah merencanakan tahapan penyaluran berikutnya kepada sekitar 34.000 KK atau sekitar 130.000 jiwa, yang direncanakan direalisasikan pada September 2026, sesuai kesiapan dan mekanisme penyaluran pemerintah pusat," jelasnya.