Sebagai bentuk perhatian penuh, ia telah menginstruksikan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Tengah. Tim tersebut diterjunkan langsung untuk mendampingi para santri agar hak pendidikan dan perlindungan mereka tetap terpenuhi.
"Sudah saya perintahkan DP3AKB untuk berangkat ke sana untuk melakukan evaluasi dan asistensi," ujar Luthfi.
Pendampingan di lapangan dilaporkan telah dilakukan sebanyak dua kali oleh tim dari pemerintah provinsi. Dari penanganan tersebut, tim berhasil mengidentifikasi belasan santri yang membutuhkan perhatian khusus agar aktivitas belajar mereka tidak terganggu. Pemprov Jateng berkomitmen penuh memastikan seluruh anak tetap mendapatkan hak pendidikan dasarnya.