NADIKABAR.COM — Sejumlah informasi keliru terkait program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) beredar di media sosial. Klaim yang muncul antara lain soal gaji manajer koperasi, layanan pinjaman online, hingga isu penutupan warung milik warga.

Hasil penelusuran sejumlah sumber cek fakta menunjukkan informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta. Sebagian konten bahkan menggunakan manipulasi video dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Berikut rangkuman berbagai hoaks yang menyasar program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih:

1. Hoaks Gaji Manajer Kopdes Rp 16 Juta per Bulan

Beredar unggahan di Facebook yang mengklaim slip gaji manajer KDMP bocor dengan nominal Rp 16 juta per bulan, dan disebut akan ditanggung APBN selama dua tahun pertama. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah klaim tersebut dan menegaskan pemerintah belum menetapkan nominal gaji secara final.

"Kalau Rp16 juta pasti salah, kegedean kayaknya," ujar Purbaya dalam media briefing, Rabu (5/8/2026).

Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan gaji manajer KDMP akan ditanggung APBN selama dua tahun pertama operasional. Besaran gaji masih dibahas dan akan diatur melalui Peraturan Presiden (Perpres), seperti dilansir dari Komdigi.