"Idealnya, saya penginnya kami menyerang selama 80 menit dan menyisakan mereka 10 menit terakhir untuk menyerang kami sesaat. Saya mau kami melakukan pressing tinggi, melihat tim melakukan umpan kombinasi dan menciptakan segitiga permainan, dan mencetak gol setelah 20 rentetan umpan," ujarnya di situs UEFA.

"Tapi realitanya berbeda dan besok kami akan menangani apapun situasi di lapangan. Kami akan menghadapi tim yang kuat, tangguh, dan pastinya kami bakal melalui periode-periode sulit dan berat, ketika kami bakal perlu menemukan jalan keluar dari tekanan mereka, sebab mereka sangat bagus dalam melakukan pressing segera setelah kehilangan bola," imbuh mantan gelandang ini.