NADIKABAR.COM — Sore yang hangat itu menjadi waktu yang sibuk di sebuah pusat jajanan dan cinderamata di Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur. Panitia sibuk menyiapkan panggung pentas, sementara para penampil Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) 2026 sibuk gladi resik untuk unjuk kemampuan terbaik pada malam harinya.

Sementara itu, anak-anak sekitar sibuk bermain permainan tradisional dan sesekali melihat keramaian persiapan festival.

Lalu lalang peserta dengan mengenakan kain tradisional meramaikan kawasan, seakan menjadi ajang pamer busana tradisional yang berasal dari kain tenun ikat Sikka.

Namun kali ini, mereka bukan hanya memamerkan tenun yang dibuat secara manual, masyarakat yang tampil dengan busana tradisional serta pengunjung yang mempercantik diri dengan kain kebanggaan Sikka itu meramaikan lokasi untuk berpesta, mendengarkan lantunan lagu tradisional.