NADIKABAR.COM — Hong Kong, (ANTARA/PRNewswire)- David Sun, CEO, Huawei Electric Power Digitalization BU, memaparkan visi baru bagi industri ketenagalistrikan dalam ajang Association of the Electricity Supply Industry of East Asia and Western Pacific (AESIEAP) CEO Conference (AESIEAP). Dalam presentasi bertajuk "AI and Energy Empowering Each Other, Intelligence Unlocking a New Future for Electric Power", Sun menyoroti dampak besar transisi energi global dan menempatkan jaringan tegangan rendah sebagai fokus utama pengembangan AI. Ia juga menguraikan kondisi industri saat ini serta visi strategis yang bertumpu pada enam kemampuan inti, pengembangan standar sistematis, dan penguatan SDM untuk mendorong transformasi cerdas di sektor ketenagalistrikan.
Jaringan Tegangan Rendah Menjadi Tantangan Krusial dalam Transisi Energi
Pada Agustus 2024, tepatnya dalam sesi pembukaan Paris International Council on Large Electric Systems (CIGRE), perwakilan International Energy Agency (IEA) menilai infrastruktur jaringan listrik menjadi salah satu hambatan utama dalam transisi energi global. Menurut Sun, persoalan yang lebih mendasar terletak pada pengelolaan dan transparansi jaringan tegangan rendah. Saat ini, sekitar 700 juta orang di dunia masih belum memiliki akses listrik, termasuk hampir 50 juta orang di Asia, sehingga pemerataan akses listrik masih menjadi misi jangka panjang. Pada saat yang sama, kapasitas terpasang PV terdistribusi di Tiongkok terus tumbuh dan diperkirakan melampaui 1 miliar kilowatt pada 2030. Pertumbuhan pesat tersebut membuat pengelolaan layanan tegangan rendah secara sistematis semakin penting. Ia turut menyoroti pentingnya transaksi di pasar listrik.
Untuk menjawab kesenjangan pengelolaan jaringan tegangan rendah yang telah berlangsung selama satu abad, Sun mengusulkan enam kemampuan inti untuk meningkatkan transparansi jaringan, yakni kemampuan mengamati, mengukur, mengendalikan, menyesuaikan, memperdagangkan, dan melacak. Menurut dia, langkah ini bukan sekadar peningkatan teknologi, melainkan perubahan dalam cara produksi.
Arsitektur Terbuka dan Fondasi Teknologi yang Kokoh