"Perencanaan harus disusun secara realistis dan dapat dilaksanakan. Setiap target perlu memperhitungkan kesiapan pendanaan, ketersediaan sumber energi, serta kemampuan pelaksanaannya agar dapat dipertanggungjawabkan." Kata Aris.
Selain itu, Aris mendorong jajaran PLN untuk terbuka dalam menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi, baik terkait operasional perusahaan maupun hambatan kebijakan dan koordinasi lintas sektor. Ia mengatakan bahwa BAPPISUS mengedepankan komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi untuk membantu mengidentifikasi serta mengurai persoalan, sehingga hambatan yang membutuhkan dukungan lintas kementerian/lembaga dapat segera ditindaklanjuti.
"Kita kedepankan komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi. Apabila terdapat persoalan, sampaikan agar dapat dibahas dan dicarikan jalan keluarnya bersama. Jangan sampai hambatan yang sebenarnya dapat dikoordinasikan justru berlarut-larut dan mengganggu pelaksanaan program." Lanjut Aris.
Sementara itu, Direktur Utama PT PLN (Persero) Suroso Isnandar menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala BAPPISUS beserta jajaran untuk memberikan arahan strategis kepada PLN Group. PLN sedang menjalankan transformasi bisnis dengan menempatkan keandalan sistem ketenagalistrikan sebagai prioritas utama, sekaligus memastikan keterjangkauan tarif listrik bagi masyarakat. Dalam menghadapi transisi energi, PLN menjaga keseimbangan bauran energi agar target pengembangan energi bersih tetap memperhatikan aspek biaya dan kemampuan pasokan.