NADIKABAR.COM — Pesawat maskapai Singapore Airlines yang sedang mengudara ke Singapura, terpaksa berbalik arah dan kembali ke San Francisco, Amerika Serikat (AS), akibat ulah seorang penumpang yang mengamuk di dalam pesawat. Insiden ini terjadi setelah pesawat mengudara selama sembilan jam usai lepas landas di San Francisco.
Juru bicara maskapai Singapore Airlines (SIA), seperti dilansir Channel News Asia, Jumat (16/10/2026), mengatakan bahwa seorang penumpang dalam penerbangan dengan nomor SQ31 tersebut "berperilaku tidak tertib dan melukai dirinya sendiri dalam kejadian itu".
Para pilot yang menerbangkan pesawat itu menilai situasi tersebut, dan memutuskan untuk mengarahkan pesawat kembali ke San Francisco.
Penerbangan itu lepas landas dari San Francisco pada Rabu (14/10), pukul 11.51 waktu setempat. Setelah delapan jam 50 menit mengudara, pesawat mendarat dengan selamat di Bandara Internasional San Francisco pada pukul 20.41 waktu setempat.
Penumpang yang mengamuk itu, sebut juru bicara SIA, langsung diserahkan kepada otoritas berwenang.
Penerbangan yang sempat tertunda itu kembali berangkat ke Singapura pada pukul 23.18 waktu setempat, dengan awak pesawat yang baru.
Penuturan seorang pengguna Reddit yang mengaku berada dalam penerbangan itu, menggambarkan insiden tersebut sebagai pengalaman "paling gila" yang pernah dia alami.
Dia menurutkan bahwa sekitar tiga jam usai lepas landas, seorang penumpang mulai berteriak, menendang kursi, dan berupaya menjangkau emergency exit. Penumpang itu kemudian diamankan di dalam kabin pesawat, namun terus berteriak dan menendang.
Pengguna Reddit itu menambahkan bahwa penumpang yang mengamuk itu akhir ditangkap.
Maskapai SIA tidak memberikan informasi detail mengenai tindakan tidak terbit yang dilakukan penumpang itu ataupun soal cedera yang mungkin terjadi.
"Kami berterima kasih kepada para pelanggan dan awak kabin yang telah membantu menangani situasi di dalam pesawat," demikian pernyataan maskapai SIA.
"SIA memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan yang terdampak atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Kami memberikan segala bantuan yang diperlukan, termasuk menjadwalkan ulang penerbangan lanjutan," imbuh pernyataan tersebut.