NADIKABAR.COM — Menteri Luar Negeri (Menlu) Singapura Vivian Balakrishnan menjumpai Menlu RI Arrmanatha Nasir alias Tata dalam pertemuan bilateral hari ini. Dia menegaskan bakal mengambil langkah hukum hingga ekonomi untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi lagi di masa depan.
"Saya dapat memberikan jaminan bahwa kami akan menggunakan setiap kewenangan hukum dan regulasi yang ada, serta siap menerapkan langkah-langkah hukum, regulasi, dan ekonomi yang lebih luas lagi untuk mencegah terjadinya pelanggaran oleh korporasi di masa mendatang," kata Vivian dalam joint press statment seusai pertemuan di Kantor Kemlu RI, Jakarta Pusat, Selasa (27/10/2026).
Vivian menegaskan bahwa Singapura siap bersolidaritas untuk Indonesia dalam penanganan karhutla. Katanya masalah ini bisa diatasi bersama-sama.
"Jadi, Singapura berdiri dalam solidaritas bersama Indonesia. Ini adalah masalah bersama, dan merupakan masalah yang paling baik kita selesaikan secara kolektif," jelas dia.
Dalam hal ini, Vivian juga mengapresiasi Presiden Prabowo yang dinilai proaktif menangani karhutla. Dia juga menyebut tim pemadam kebakaran Indonesia sangat tanggap.
"Kami mengapresiasi upaya-upaya Presiden Prabowo dalam berikhtiar menyelesaikan masalah ini. Saya juga ingin memberikan penghormatan kepada ribuan personel tanggap darurat dan petugas pemadam kebakaran Indonesia yang telah bekerja tanpa lelah selama beberapa pekan terakhir dalam situasi yang sangat sulit dan berbahaya," ungkap dia
Vivian mengaku telah mengetahui bagaimana para personel di lapangan mengalami cedera akibat menangani karhutla. Dia berharap orang-orang di garis depan itu diberi keselamatan.
"Bahkan, saya mengetahui beberapa di antara mereka mengalami luka-luka yang cukup parah, dan kami mendoakan kesembuhan mereka. Merekalah orang-orang yang benar-benar berjuang di garis terdepan," kata dia.
Tak hanya itu, Vivian mengacungi jempol kepada Prabowo yang berkomitmen menuntut tanggung jawab kepada korporasi yang terlibat dalam karhutla. Kata dia, pihaknya juga siap menindak perusahaan-perusahaan di Singapura yang terlibat pembakaran hutan.
"Kami juga mengapresiasi komitmen tegas Presiden untuk menuntut pertanggungjawaban perusahaan-perusahaan atas kebakaran hutan dan lahan ini, membuat mereka bertanggung jawab, serta memprioritaskan pencegahan kebakaran sebagai solusi jangka panjang," imbuh dia.
"Saya telah menyampaikan kepada Pak Tata mengenai langkah-langkah yang akan kami ambil terhadap perusahaan-perusahaan yang bertanggung jawab atas kabut asap ini, termasuk yang terdaftar di Singapura," sambungnya.