"IT akan terjadi lompatan. Mungkin kita dulu zaman saya masih mengetik, kemudian ada komputer, laptop baru-baru, sekarang sudah canggih, tetapi pangan, nasi tidak akan berubah menjadi nasi digital. Buah apel tidak akan berubah menjadi buah apel yang digital," ucap Saleh.

"Karena sesungguhnya pangan itulah yang menjaga kelangsungan hidup manusia di dunia, ya. Mereka berbondong-bondong untuk melakukan investasi di sana," sambungnya.

Meski begitu, Saleh menyebut yang harus diantisipasi dan diwaspadai adalah kontrol pangan dunia. Karena itu, dia terus berkomitmen mewujudkan empat fokus utama, yakni swasembada pangan, pengembangan makanan bergizi, ketahanan energi dan hilirisasi.

"Oleh karenanya itu Bapak Presiden (Prabowo Subianto) kita tidak boleh kalah langkah, kita tidak boleh tidak siap. Kita harus siap membangun kedaulatan pangan kita. Karena kita takut juga nih kalau mereka kontrol global," pungkasnya.