"Saya tidak percaya. Ini adalah malam terbesar dalam sejarah klub, mengingat lawan yang datang bertandang, dan entah bagaimana kami berhasil mengalahkan sang juara," ujar Lawlor kepada Sky Sports usai mengalahkan Arsenal, yang merupakan juara bertahan Premier League.

"Kami tidak cukup sombong untuk berpikir bahwa kami bisa menghadapi tim terbaik di negeri ini lalu mengungguli permainan mereka. Jadi, kami harus mengandalkan keberuntungan, menutup ruang gerak, serta membatasi pilihan bagi mereka-dan kami melakukannya dengan sangat baik hampir di sebagian besar laga," tegasnya.

Menurut Lawlor, Fleetwood tidak berlatih adu penalti jelang laga ini karena sejak awal mereka ragu akan bertahan sampai sejauh ini. Bahkan ia mengaku tak sadar bahwa laga langsung dilanjutkan ke adu penalti setelah imbang 90 menit, bukan menjalani babak 2x15 menit lebih dulu.