Suasana pesta yang awalnya meriah seketika berubah saat sekelompok pria bertopeng mengepung rumah tersebut. Tanpa peringatan, mereka melancarkan serangan brutal dan tak segan membunuh siapa pun yang mencoba kabur dari rumah tersebut.
Di tengah kepanikan para tamu wanita, Tess mencoba mengambil alih kendali. Pengalaman militernya membuat Tess tetap tentng di bawah tekanan. Ia pun mulai mengatur strategi pertahanan, menyisir area rumah, dan mencari cara untuk keluar dari kepungan.
Namun, Tess menyadari ia tidak bisa bertarung sendirian. Para wanita yang semula hanya ingin bersenang-senang kini dipaksa untuk melawan balik. Memanfaatkan benda-benda di sekitar rumah sebagai senjata, mereka mulai bersatu melawan para pria bertopeng tersebut.