Thug mencoba membuka kembali pintu yang sudah lama tertutup. Ia ingin dekat dengan Daisy dan mengenal cucunya, Dre. Namun, Daisy tidak serta-merta menerima kehadiran sang ayah. Baginya, sosok Thug membawa terlalu banyak kenangan buruk dan ia tidak ingin masa lalu tersebut kembali mengusik kehidupannya.
Di sisi lain, dunia kriminal belum bersedia melepas Thug begitu saja. Charlie masih membutuhkan jasanya, sementara putranya, Kyle, mulai berusaha membuktikan diri di lingkungan kriminal keluarganya. Thug kemudian ditempatkan untuk membantu Kyle, meski ia sendiri melihat anak muda tersebut belum siap menghadapi kerasnya dunia yang selama ini ia jalani.
Hubungan Thug dan Kyle pun tidak berjalan mulus. Thug sudah terlalu lama berada di dunia tersebut untuk tidak mengenali bahaya, sementara Kyle ingin membuktikan dirinya kepada sang ayah. Di tengah persoalan itu, Thug semakin sadar waktunya mungkin tidak banyak.
Ia mulai berusaha memperbaiki hubungan dengan orang-orang yang pernah ia tinggalkan. Namun, setiap langkah menuju kehidupan baru justru membuatnya berhadapan dengan bayang-bayang lama. Dunia kriminal yang menjadi bagian dari dirinya selama puluhan tahun terus menariknya kembali.
Ketika Thug mencoba memilih jalan yang berbeda, berbagai persoalan lama mulai bermunculan. Ia harus menghadapi konsekuensi dari keputusan-keputusan yang pernah dibuat sekaligus mencari kesempatan untuk memperbaiki kesalahan sebelum semuanya terlambat. Di tengah kondisi fisik dan ingatan yang semakin tidak menentu, pilihan yang diambilnya bisa menentukan masa depan keluarganya.