Masalahnya, para penyerang tidak berniat pergi. Mereka terus menekan dari luar dan membuat setiap usaha untuk keluar menjadi sangat berisiko. Persediaan serta perlengkapan yang ada di rumah pun mulai diperhitungkan sebagai bagian dari upaya bertahan hidup.

Di tengah kepungan, Tess menyadari dirinya tidak bisa melindungi semua orang seorang diri. Para perempuan yang sebelumnya hanya datang untuk berpesta harus ikut mengambil peran. Mereka mulai belajar menggunakan lingkungan sekitar dan bekerja sama menghadapi ancaman.

Ketegangan semakin meningkat ketika serangan berlangsung lebih brutal. Setiap suara dari luar membuat mereka harus bersiap menghadapi kemungkinan terburuk. Tess juga mulai mencari tahu siapa sebenarnya kelompok yang menyerang mereka dan apa tujuan di balik aksi tersebut.

Saat malam semakin larut, pilihan mereka semakin sedikit. Bertahan di dalam rumah bukan jaminan keselamatan, sementara keluar berarti menghadapi para penyerang secara langsung. Tess akhirnya harus menentukan langkah yang bisa menjadi penentu hidup dan mati seluruh kelompok.