Percakapan singkat itu menjadi satu-satunya petunjuk Bryan. Kim hanya sempat memberi tahu kondisi sekitar sebelum sekelompok orang masuk dan menyeretnya pergi. Bryan yang mendengar kejadian tersebut langsung menyadari putrinya menjadi korban penculikan. Ia pun berangkat ke Paris untuk mencari Kim dan Amanda.

Dengan pengalaman yang pernah dimilikinya, Bryan mulai menyusun potongan informasi dari percakapan terakhir dengan Kim. Ia melacak orang-orang yang terlibat dan perlahan menemukan jejak sindikat perdagangan manusia yang beroperasi di balik penculikan tersebut. Setiap langkah membawanya semakin dekat dengan dunia kriminal yang selama ini ia tinggalkan.

Pencarian itu membuat Bryan berhadapan dengan jaringan kejahatan yang tidak mudah ditembus. Ia harus bergerak cepat sebelum jejak Kim benar-benar hilang. Waktu menjadi musuh terbesar karena semakin lama pencarian berlangsung, semakin kecil peluang Bryan menemukan putrinya dalam keadaan selamat.

Bryan akhirnya memilih cara yang selama ini berusaha ia tinggalkan. Dengan kemampuan sebagai mantan agen CIA, ia menerobos satu demi satu rintangan dan mengejar orang-orang yang diyakini mengetahui keberadaan Kim. Namun, semakin dalam ia masuk ke jaringan tersebut, semakin besar pula bahaya yang mengintai.