NADIKABAR.COM — Fjord tayang secara eksklusif di Indonesia sebagai pembuka Jakarta World Cinema (JWC) 2026 yang digelar pada Sabtu (30/10). Film pemenang Palme d'Or Cannes Film Festival 2026 ini dibintangi oleh Sebastian Stan dan Renate Reinsve.

Fjord mengisahkan perjuangan keluarga konservatif dan menganut nilai agama yang kental dalam merebut kembali anak-anak mereka yang diambil oleh negara dengan hukum dan budaya yang liberal serta sekuler.

Teknisi asal Romania, Mihai Gheorghiu, bersama istrinya dari Norwegia yang berprofesi sebagai perawat, Lisbet, memutuskan pindah dari Romania ke kampung halaman Lisbet bersama keluarga mereka. Keluarga Kristen evangelis ini memiliki lima anak dan memutuskan pindah agar bisa lebih dekat dengan keluarga Lisbet setelah kematian orang tua Mihai.

Di Norwegia, keluarga Gheorghiu yang konservatif bertetangga dengan keluarga Mats Halberg. Mats merupakan kepala sekolah di wilayah itu, sementara istrinya, Noora, adalah seorang pengacara. Pasangan Halberg tinggal di rumah bersama anak perempuan Mats dari pernikahan sebelumnya, Noora, serta Ake, ayah Mats yang terkena stroke.

Noora kemudian berteman dengan dua anak tertua keluarga Gheorghiu, Elia dan Emmanuel. Ketiganya bersekolah yang sama dan kerap naik bus jemputan yang sama setiap hari. Kedekatan Noora dengan Elia kemudian malah membuat teman dekat Noora, Elsa, cemburu.

Nilai agama dan konservatif keluarga Gheorghiu kerap bentrok dengan nilai dan budaya masyarakat Norwegia yang sekuler dan liberal, tetapi semuanya masih bisa diatasi.

Masalah mulai muncul ketika guru olahraga di sekolah tersebut, menyadari ada bekas luka dan lebam di tubuh Elia. Selain itu, sopir bus sekaligus konselor sekolah, Frida, juga mendengar pembicaraan Elia dan Emmanuel soal hukuman fisik dari ibu mereka.

Atas informasi tersebut, keduanya kemudian mengadukan kepada Mats selaku kepala sekolah dan Child Welfare Services dengan dugaan tindakan kekerasan terhadap anak-anak di keluarga Gheorghiu.

Gunda dari Child Welfare Services pun datang menemui keluarga Gheorghiu. Kala itu, mereka disambut oleh Lisbet. Lisbet kaget dengan tuduhan tersebut. Apalagi, di tempat terpisah, Mihai juga diinterogasi oleh polisi dengan dugaan yang sama.

Aturan yang tegas dan ketat terkait kesejahteraan anak di Norwegia serta kekuasaan nyaris absolut dari Child Welfare Services membuat Mihai dan Lisbet harus menelan pil pahit: anak-anak mereka diambil oleh negara tanpa persetujuan mereka.

Sejak itulah, Lisbet dan Mihai berjuang untuk kembali mendapatkan anak-anak mereka di tengah diskriminasi yang diterima keluarga itu gegara perbedaan nilai dan budaya dengan masyarakat juga hukum Norwegia.

Fjord ditulis, disutradarai, dan diproduseri bersama oleh Cristian Mungiu. Film ini terinspirasi secara bebas dari kisah nyata keluarga Bodnariu, yang anak-anaknya diambil secara paksa oleh pihak berwenang di Norwegia.

Film ini merupakan produksi bersama antara Rumania, Prancis, Denmark, Finlandia, Norwegia, dan Swedia, yang tayang perdana secara global dalam kompetisi utama Cannes Film Festival 2026 pada 18 Mei.

Fjord disambut dengan tepuk tangan meriah selama 12 menit dan berhasil memenangkan penghargaan Palme d'Or alias Film Terbaik Cannes, François Chalais Prize, FIPRESCI Prize, Prize of the Ecumenical Jury, serta Prix de la Citoyenneté.

Film berbahasa Norwegia, Inggris, Romania, dan Swedia ini menuai pujian dari para kritikus, terutama terkait penampilan para pemerannya dan naskahnya. Film dirilis di bioskop-bioskop Rumania pada 13 Juni, dan dipilih menjadi perwakilan negara itu ke Best International Feature Film Oscar 2027.

Di Indonesia, Fjord tampil sebagai pembuka Jakarta World Cinema (JWC) 2026 yang digelar pada Sabtu (30/10). Hadir pula dalam kesempatan itu, sinematografer film ini, Tudor Vladimir Panduru, serta ditampilkan pesan khusus dari sang sutradara, Cristian Mungiu.