Namun, rumah tangga dan kekuasaan mereka selalu dalam tekanan karena belum juga memiliki anak setelah lama menikah. Situasi tersebut pun perlahan mengganggu pikiran Navier.

Kegagalan mereka menghasilkan pewaris takhta membuat hubungan Navier dan Sovieshu merenggang, sekaligus mengancam kekuasaan kaisar.

Terlebih lagi, ada anggota kerajaan yang sejak dulu memang sudah mengincar takhta, tapi berhasil digagalkan. Sovieshu merasa kekaisarannya akan aman jika memiliki pewaris takhta.

Keretakan itu memuncak saat Sovieshu membawa Rashta (Lee Se-young) yang merupakan seorang budak pelarian ke istana dan menjadikannya gundik bahkan ketika mereka baru bertemu dalam waktu singkat.

Seiring dengan semakin besarnya pengaruh Rashta, Navier terancam kehilangan suami dan takhta yang telah ia perjuangkan seumur hidup.