Namun, perlahan Sinyorita berusaha bangkit. Sang anak, Aca, menjadi salah satu sumber kekuatan bagi dirinya untuk kembali menjalani aktivitas dan tidak berlarut-larut dalam kesedihan.

"Anak juga bilang, 'Sudahlah, Bun, enggak usah disedihin. Kalau disedihin kan nanti Bunda sakit' gitu. Kita juga memang hidup tuh harus berjalan," ujarnya.

Sang suami juga terus memberikan dukungan dan mengingatkan Sinyorita untuk menerima kehilangan tersebut dengan ikhlas. Menurutnya, setiap hal yang terjadi telah dipersiapkan oleh Tuhan.

"Suami juga bilang, 'Segala sesuatu yang udah dipersiapkan sama Allah tuh jauh lebih indah. Meskipun kayak ini tuh matahin hati kamu sepatah-patahnya'," kata Sinyorita.

Alih-alih meminta sesuatu sebagai pengganti kehilangan tersebut, Sinyorita kini hanya berharap diberi keikhlasan dan ketabahan.