NADIKABAR.COM — Ketua Panitia Pelaksana MilkLife Superliga Junior 2026 Yuni Kartika mengatakan sistem penghitungan skor 3x15 yang diterapkan dalam turnamen itu mulai mengubah pola permainan para pebulu tangkis muda menjadi lebih agresif.

Sistem yang akan diterapkan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mulai 4 Januari tahun depan itu, kata Yuni, membuat pemain merasakan tekanan lebih tinggi dibandingkan format 3x21.

"Hasilnya, mainnya cepat banget, karena ternyata 15 membuat kepanikan yang jauh lebih tinggi dibandingkan ketika itu 21. Anak-anak hampir jarang main reli di sini, lebih banyak main mau nyerang, mundurin, mau nyepetin. Itu yang membuat durasinya apa? Jauh lebih cepat," kata Yuni kepada wartawan di GOR Djarum, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu.

Yuni menilai perubahan ini masih menjadi bagian dari proses adaptasi pemain.