"Kami bersyukur teman-teman dari Tim Patriot boleh berkunjung ke sekolah kami untuk lebih memfasilitasi, bagaimana proses selanjutnya terkait pergaulan yang dihadapi oleh remaja sekarang," kata Riyanto.

"Program ini sangat bermanfaat untuk sekolah kami, khususnya bagi siswa-siswa kami, karena sangat membantu untuk hal-hal yang positif, bagaimana kita membina anak-anak ke depan," tambahnya.

Ketua Tim 4 Ekspedisi Patriot UNAIR Prof Endang Retno Surjaningrum PhD, Psikolog menjelaskan pelatihan ini berangkat dari temuan di lapangan bahwa remaja di kawasan transmigrasi gampang memiliki rasa percaya diri yang rendah.

Siswa diajarkan mengenali tanda-tanda teman yang butuh bantuan, cara mendekati mereka, hingga keterampilan membangun rasa percaya diri dan berpikir kritis.

"Kami harapkan generasi muda ini nanti yang akan mempunyai daya kreatif untuk membangun wilayahnya," ujar Prof Endang.

Kegiatan dirancang dengan bahasa yang positif, bukan berupa larangan, agar siswa berubah karena sadar sendiri, bukan karena takut dimarahi. Setelah pelatihan, ketiga sekolah kini sudah membentuk organisasi konselor sebaya sendiri, lengkap dengan guru pendamping, dan mulai melatih siswa lain yang belum sempat ikut.