"Terinformasikan bahwa indikasi terjadinya keracunan makanan atau minuman itu terjadi kemarin tanggal 26 Oktober 2026. Gejala-gejalanya baru muncul tadi malam, ada yang tadi malam, ada yang tadi pagi," imbuhnya.
Rudy menyebutkan, ratusan siswa diduga keracunan sebagian besar ditangani tim kesehatan Puskesmas Cangkurawok dan sejumlah orang sempat dirujuk ke beberapa rumah sakit. Dari total 481 orang, korban yang masih menjalani perawatan tersisa beberapa siswa.
"Dari 481 ini yang hari ini masih ada di Puskesmas Cangkurawok dan akan segera dipulangkan karena kondisinya stabil, kondisinya baik, kurang lebih ada 9 siswa. Di Rumah Sakit KBP yang dirujuk ada 19, sudah kembali sebanyak 16, masih ada 3. Di RSM dari 14 siswa-siswi, masih ada 1," kata Rudy.