"Ketika mereka dapat label hijau dari hasil asesmen, maka mereka bisa masuk kembali ke ruangan untuk proses KBM," jelas Gonzalo.

Menurutnya, apabila sebagian sekolah sudah bisa menggunakan ruangannya untuk proses KBM, maka dukungan pengadaan terpal maupun tenda darurat dipastikan berkurangan. Namun, sekolah yang rusak berat akan menjadi prioritas utama dalam perbaikan.

Di lain sisi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagekeo merasa diuntungkan karena sebelum terjadinya gempa, sebanyak 60 sekolah mulai dari TK hingga SMA mendapat program revitalisasi 2026 dari Kementerian Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).