Pembelajaran mengenai kelautan kemudian diarahkan pada tindakan sederhana yang dapat dilakukan siswa di lingkungan sekolah. Edukasi tersebut mencakup kebiasaan tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta membawa botol minum untuk mengurangi timbulan sampah.
Kegiatan edukasi maritim dan literasi tersebut menjadi sarana untuk mendekatkan pengetahuan tentang laut kepada generasi muda melalui pengalaman belajar yang interaktif. Pengenalan dilakukan melalui bacaan, cerita, media visual, dan aktivitas yang membantu siswa memahami hubungan antara kehidupan sehari-hari dengan keberadaan laut.
Adapun sekolah yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut di antaranya Sekolah Dasar Swasta Mutiara 2, Sekolah Dasar Negeri 01 Kalibaru, Sekolah Dasar Negeri Kamal Muara 1, dan Sekolah Menengah Kejuruan Pelayaran Malahayati.
Sebagai informasi, kegiatan Bahtera LiteraSea maritim ini turut dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan terkait. Beberapa di antaranya adalah Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Vina Ardarini, perwakilan Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Kemenhub Ihsan Abdurrahman, serta Chairwoman Inovasi Muda Restu Andini.