"Alhamdulillah, tambah sehat, tambah pede. Sebelumnya, kurang pede kalau di rumah," kata Ichwatul.

Hal serupa disampaikan Yuli Prastiana, orang tua Andin Valentina, siswa kelas VII SRT 1 Kabupaten Jombang. Yuli mengatakan bahwa selama satu tahun mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat, anaknya menjadi lebih rajin beribadah dan belajar.

"Selama satu tahun, perkembangannya membaik, salat rajin, tambah pintar. Harapannya supaya jadi anak yang sukses," ujar Yuli.

Menutup acara, Gus Ipul berpesan kepada para orang tua agar terus mendukung dan mengawal program Sekolah Rakyat sehingga anak-anak mereka mampu menggapai cita-cita sesuai dengan keinginan dan potensi masing-masing, baik yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun yang ingin bekerja.

"Bagi yang ingin kuliah dan memiliki kemampuan akademik, nanti akan melanjutkan kuliah dengan dibiayai oleh pemerintah, selama kemampuan akademiknya mencukupi. Namun, kalau tidak ingin kuliah, boleh langsung bekerja. Nanti bisa menjadi pekerja terampil di dalam negeri atau luar negeri," pungkas Gus Ipul.

Sebagai informasi, kegiatan ini turut dihadiri Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Supomo, Inspektur Jenderal Kementerian Sosial Dody Sukmono, jajaran Staf Khusus dan Tenaga Ahli Menteri Sosial, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang Syaiful Anwar, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jombang, serta pejabat terkait lainnya.

Berikut versi lengkap puisi yang dibacakan oleh Yasmin Firdausy:

"Dari Bumi Kiai Bisri, Kami Menggapai Mimpi"

"Memuliakan manusia berarti memuliakan Penciptanya."

Pesan itu sederhana,tetapi begitu dalam maknanya.Sebab setiap manusia berharga,setiap anak memiliki hak yang sama,dan setiap mimpi layak diberi kesempatan.

Aku berdiri di sini,di Jombang, bumi para kiai,tanah tempat KH Hasyim Asy'ari menanamkan cinta negeri,tanah tempat KH Wahab Hasbullah menanam keteladanan,Dan tanah tempat KH Bisri Syansuri mengajarkan arti kemanusiaan.