Malik menjelaskan, sejumlah perwakilan kedutaan besar turut diundang di ajang ini untuk mengenal lebih dekat Sekolah Rakyat dan potensi peserta didiknya, khususnya dalam penguasaan bahasa asing.
Kehadiran perwakilan negara sahabat dalam ajang tersebut diharapkan dapat memberikan dorongan positif bagi para peserta. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi nyata atas prestasi para siswa yang memenangi lomba tiga bahasa.
"Kita ingin menunjukkan kepada mereka. Mudah-mudahan mereka kita undang ke sini, beliau-beliau datang ke sini juga akan memberikan apresiasi terhadap pemenang-pemenang lomba tiga bahasa itu," tuturnya.
Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico yang kini menjabat staf ahli menteri bidang teknologi kesejahteraan sosial, mengapresiasi penyelenggaraan olimpiade tersebut karena memberikan ruang bagi siswa Sekolah Rakyat untuk mengembangkan dan menunjukkan talenta mereka. Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana pembelajaran dan pembentukan karakter.
"Saya ingin menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar lomba, dan saya ingin kegiatan ini menjadi sebuah ruang pembelajaran yang cukup luar biasa untuk kita semuanya, aktualisasi potensi. Dan yang terakhir, yang paling penting yang disampaikan oleh Pak Presiden adalah sebuah tempat untuk kita membentuk karakter anak-anak bangsa," ujar Robben.
Robben juga menjelaskan alasan pemilihan bahasa Inggris, bahasa Arab, dan bahasa Mandarin dalam olimpiade ini. Bahasa Inggris dinilai penting untuk membuka akses terhadap perkembangan ilmu pengetahuan global, sedangkan bahasa Mandarin memperluas wawasan siswa mengenai salah satu pusat ekonomi dan kebudayaan dunia.