Sementara itu, bahasa Arab membuka cakrawala pengetahuan siswa terhadap kekayaan ilmu, sejarah, budaya, dan peradaban. Ketiga bahasa tersebut merepresentasikan tradisi kebudayaan dan peradaban yang memiliki sejarah panjang.
"Nah, ternyata bahasa Arab juga dipilih oleh teman-teman karena ternyata juga membuka cakrawala terhadap kekayaan ilmu, sejarah, budaya, dan peradaban. Kita tahu peradaban yang luar biasa itu kan biasanya terdiri dari bahasa, huruf, angka, bahkan sampai penanggalan. Ketiga bahasa yang hari ini dilombakan ini kan mewakili tiga budaya yang juga cukup tua dan cukup matang, kira-kira begitu," pungkasnya.
Olimpiade yang mengusung tema 'Dari Kata, Terbuka Cakrawala' ini menegaskan bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga jembatan untuk memperluas wawasan, membuka kesempatan, dan membangun kepercayaan diri siswa dalam menghadapi dunia yang semakin terhubung.
Selain kompetisi bahasa, kegiatan ini dimeriahkan dengan penampilan tari tradisional dan paduan suara oleh siswa Sekolah Rakyat dari wilayah Jakarta, Bogor, dan Bekasi. Pengunjung juga dapat melihat beragam hasil karya kokurikuler siswa yang dipamerkan di lokasi kegiatan.
Kegiatan ini turut dihadiri Plt. Kepala Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Kesejahteraan Sosial Kemensos Afrizon Tanjung, Head of Chevening Scholarship Program of British Embassy Harry Stockwell, Direktur Eksekutif Indonesian International Education Foundation (IIEF) Diana Kartika Jahja, jajaran pejabat pimpinan tinggi madya Kemensos, perwakilan Bank Mandiri, BRI, BNI, dan PT Pos Indonesia, serta sejumlah undangan lainnya.